Sabtu, 12 Maret 2016

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Analisis Rasio Laporan Keuangan Perusahaan
Analisis Rasio Keuangan atau Financial Ratio adalah merupakan suatu alat analisa yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti Laporan Neraca, Rugi / Laba, dan Arus Kas dalam periode tertentu.

Laporan Keuangan bertujuan untuk memberikan gambaran informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja perusahaan yang dapat dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan bisnis.
Analisis Data Laporan Keuangan dilakukan dengan menganalisa masing - masing pos yang terdapat di dalam laporan keuangan dalam bentuk rasio posisi keuangan dengan tujuan agar dapat memaksimalkan kinerja perusahaan untuk masa yang akan datang.
Setiap tutup periode akhir bulan biasanya accounting menyiapakan dan menyusun Laporan Keuangan yang terdiri dari Laporan Neraca, Rugi Laba, Arus Kas, Perubahan Modal, dan Laporan tersebut diserahkan ke pimpinan perusahaan. Hal umum yang biasa terjadi adalah mereka hanya fokus terhadap Laporan Laba Rugi, namun ada hal yang lebih penting yang perlu disajikan dalam penyampaian laporan ini yaitu mengenai Analisis Laporan Keuangan.
Tujuan Analisis Laporan Keuangan Perusahaan
Tujuan utama analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:
Sebagai alat barometer untuk melakukan forecasting atau memproyeksikan posisi keuangan dimasa yang akan datang.
Mereview kondisi perusahaan saat ini, permasalahan dalam manajemen, operasional maupun, keuangan.
Alat ukur untuk melakukan efisiensi di semua departemen perusahaan. 
Metode dan Tehnik Analisis Rasio Keuangan Perusahaan
Dalam menganalisa laporan keuangan terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai posisi keuangan perusahaan antara lain:
1. Metode Analisa Pertumbuhan
Tehnik analisa yang disusun dengan membandingkan kenaikan atau penurunan posisi laporan keuangan pada suatu periode tertentu dengan periode lainnya dari masing-masing pos yang terdapat di dalam laporan keuangan tersebut dengan menggunakan nilai persentase.
Data yang disajikan bisa dengan membandingkan kenaikan atau penurunan masing-masing pos laporan keuangan bulan lalu dengan bulan sekarang, atau periode Year to Date periode yang sama tahun lalu dengan sekarang.

2. Metode Trend dan Indeks
Teknik analisa hampir sama dengan Metode Analisa Pertumbuhan namun angka pembanding adalah laporan keuangan periode tertentu yang dijadikan indeks dan dipilih sebagai tahun dasar. Teknik tren ini sangat berguna untuk memproyeksikan laporan keuangan di masa yang akan datang dengan menggunakan data historis.
3. Metode Analisis Rasio
Teknik analisis dengan membandingkan masing-masing pos laporan keuangan yang relevan atau data yang signifikan.
Analisis Rasio Laporan Keuangan Perusahaan
Analisa rasio keuangan yang biasa digunakan adalah:
1. Rasio Likuiditas
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kemampuan finansialnya dalam jangka pendek.
Ada beberapa jenis rasio likuiditas antara lain :
a. Current Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar.
Rumus menghitung Current Ratio:
Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100%
b. Cash Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan kas yang tersedia dan berikut surat berharga atau efek jangka pendek.
Rumus menghitung Cash Ratio:
Cash Ratio = Kas + Efek / Hutang Lancar X 100%
c. Quick Ratio atau Acid Test Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar yang lebih likuid (Liquid Assets).
Rumus menghitung Quick Ratio:
Quick Ratio = Kas + Efek + Piutang / Hutang Lancar X 100%
 Catatan : Nilai ideal dari ketiga analisa rasio likuiditas ini ini adalah minimum sebesar 150%, semakin besar adalah semakin baik dan perusahaan dalam kondisi sehat.

2. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas
Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan nilai penjualan, aktiva, dan modal sendiri.
Ada beberapa jenis rasio profitabilitas antara lain :
a. Gross Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor dari penjualan.
Rumus menghitung Gross Profit Margin:
Gross Profit Margin = Penjualan Netto - HPP / Penjualan Netto X 100%
b. Operating Income Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan.
Rumus menghitung Operating Income Ratio:
Operating Income Ratio = Penjualan Netto - HPP – Biaya Administrasi & Umum (EBIT) / Penjualan Netto X 100%
c. Net Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih dari penjualan.
Rumus menghitung Net Profit Margin:
Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak (EAT) / Penjualan Netto X 100%
d. Earning Power of Total Investment, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi investor dan pemegang saham.
Rumus menghitung Earning Power of Total Investment:
Earning Power of Total Investment = EBIT / Jumlah Aktiva X 100%
e. Rate of Return Investment (ROI) atau Net Earning Power Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan pendapatan bersih.
Rumus menghitung Rate of Return Investment (ROI):
Rate of Return Investment (ROI) = EAT / Jumlah Aktiva X 100%
f. Return on Equity (ROE), rasio untuk mengukur kemampuan equity untuk menghasilkan pendapatan bersih.
Rumus menghitung Return on Equity (ROE):
Return on Equity (ROE) = EAT / Jumlah Equity X 100%
g. Rate of Return on Net Worth atau Rate of Return for the Owners,rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri diinvestasikan dalam menghasilkan pendapatan bagi pemegang saham.
Rumus menghitung Rate of Return on Net Worth:
Rate of Return on Net Worth = EAT / Jumlah Modal Sendiri X 100%
 Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Profitabilitas ini adalah adalah semakin baik, sebaiknya Anda bisa membandingkannya dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar. 
3. Rasio Solvabilitas atau Leverage Ratio
Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memenuhi semua kewajiban finansial jangka panjang.
Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain :
a. Total Debt to Assets Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang-hutangnya dengan sejumlah aktiva yang dimilikinya.
Rumus menghitung Total Debt to Assets Ratio:
Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Total Aktiva X 100%
b. Total Debt to Equity Ratio, rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai oleh pihak kreditur dibandingkan dengan equity.
Rumus menghitung Total Debt to Equity Ratio:
Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Modal Sendiri X 100%
 Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Solvabilitas ini adalah semakin buruk kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka panjangnya, maksimal nilainya adalah 200%. 
4. Rasio Aktifitas atau Activity Ratio 
Rasio untuk mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya. 
Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain :
a. Total Assets Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran total aktiva terhadap penjualan.
Rumus menghitung Total Assets Turn Over Ratio:
Total Assets Turn Over Ratio = Penjualan  / Total Aktiva X 100%

b. Working Capital Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih (Aktiva Lancar-Hutang Lancar) terhadap penjualan selama suatu periode siklus kas dari perusahaan.
Rumus menghitung Working Capital Turn Over Ratio:
Working Capital Turn Over Ratio = Penjualan  / Modal Kerja Bersih X 100%
c. Fixed Assets Turn Over, rasio untuk mengukur perbandingan antara aktiva tetap yang dimiliki terhadap penjualan.
Rasio ini berguna untuk mengevaluasi seberapa besar tingkat kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivatetap yang dimiliki secara efisien dalam rangka meningkatkan pendapatan.
Rumus menghitung Fixed Assets Turn Over Ratio:
Fixed Assets Turn Over Ratio = Penjualan  / Aktiva Tetap X 100%
d. Inventory Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan perputaran persediaan yang dimiliki terhadap penjualan.
Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukkan pengelolaan persediaan yang efisien.
Rumus menghitung Inventory Turn Over Ratio:
Inventory Turn Over Ratio = Penjualan  / Persediaan X 100%
e. Average Collection Period Ratio, rasio untuk mengukur  berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam menerima seluruh tagihan dari konsumen.
Rumus menghitung Average Collection Period Ratio:
Average Collection Period Ratio = Piutang X 365  / Penjualan  X 100%
f. Receivable Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran piutang dengan membagi nilai penjualan kredit terhadap piutang rata-rata.
Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah.
Rumus menghitung Receivable Turn Over Ratio:
Receivable Turn Over Ratio = Penjualan  / Piutang Rata-Rata X 100%
 Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Activity ini adalah semakin baik, Anda bisa membandingkannya dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar agar dapat menilai seberapa efisien Anda mengelola sumber daya yang dimiliki.

Sumber :
http://www.kembar.pro/2015/04/analisis-laporan-dan-rasio-keuangan.html

Rabu, 16 Desember 2015

DATABASE


Nama Anggota :
1. Abiyu Hadi Amin (40213065)
2. Bagas Setiawan (41213599)
3. Berna Tergusin S. (41213709)
4. Dwinanda Agung L. (42213725)
5. Ogi Saputera (46213757)
Kelas : 3DA02
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manejemen

Pada penulisan ini akan kami bahas mengenai penyimpanan sekunder, yaitu mengenai pengidentifikasian dua jenis dasar penyimpanan sekunder dan memberikan contoh terhadap masing-masing jenis tersebut. kami juga juga akan mengemukakan pengaruh penyimpanan sekunder pada cara pemrosesan data.
1. Hirarki Data
File adalah kumpulan catatan data yang mempunyai hubungan dengan subyek tertentu. Sebagai contoh, ada file piutang yang menerangkan faktur yang dikirim perusahaan kepada pelanggannya. Record atau catatan terdiri atas semua elemen data yang berkaitan dengan sub-unit dalam file. sebagai contoh, tiap catatan pada file penggajian berhubungan dengan tiap-tiap karyawan. Elemen data adalah unit data terkecil, sehingga ia tidak dapat dipisahkan. dalam catatan penggajian dapat dijumpai elemen data seperti, nama karyawan, nomor karyawan, dan nomor biaya pembayaran per jam.
oleh karenanya, data berada dalam hierarki:
*File
           *Catatan (record)
                             *Elemen data
2. Manajemen Informasi dan Data
Manajemen informasi didefinisikan sebagai seluruh usaha dalam perusahaan untuk menciptakan dan memelihara sumber informasi. Bila dinyatakan dalam penyertaan formal oleh manajemen puncak dalam perusahaan, maka istilah manajemen sumber informasi atauIRM-lah yang digunakan. Karena data adalah bahan mentah dari tempat perolehan informasi, perusahaan juga menggunakan manajemen data. Manajemen data, yang merupakan subset manajemen informasi, mencakup semua aktivitas yang dilakukan untuk memastikan keakuratan dan ke-up to date-an sumber data perusahaan.
Aktivitas manajemen data mencakup:
  • Pengumpulan data. data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat pada sebuah form yang disebut dokumen sumber yang berperan sebagai input terhadap sistem. sebagai contoh, data yang menerangkan penjualan dimasukkan pada form pesanan penjualan.
  • Verifikasi. Data diedit dalam beberapa cara untuk memverifikasi keakuratannya.
  • Penyimpanan. Data disimpan pada beberapa media, seperti tape magnetis dan disk magnetis.
  • Pengamanan. Selagi data berada dalam penyimpanan ia dijaga keamanannya untuk mencegah kerusakan, pengrusakan, atau penyalahgunaan.
  • Pengorganisasian. Data dapat disusun dalam berbagai urutan untuk menungkatkan nilai informasinya.
  • Pemanggilan. Data dibuat agar dapat diguanakan oleh pemakai yang berhak.
Perusahaan mengorganisasi datanya menjadi sumber data terpadu dan menyusun software yang diperlukan untuk mengelola sumber tersebut, dimungkinkan untuk melakukan semua kegiatan tersebut dengan menggunakan komputer.
3. Penyimpanan Sekunder
Semua komputer mennyertakan beberapa penyimpanan sekunder untuk mendukung penyimpanan primer. Lebih jauh lagi kita mengetahui bahwa penyimpanan sekunder selalu berisi unit tape magnetis  dan disk magnetis. Walaupun sekarang ini mereka termasuk teknologi yang paling terkenal, namun mereka bukanlah merupakan dua jenis utama penyimpanan sekunder. Dua jenis utama penyimpanan sekunder adalah akses beruntun dan akses langsung. Akses langsung dapat memanggil secara cepat catatan perorangan, namun penyimpanan berurutan (sequential) tidak dapat.
     a). Penyimpanan Berurutan (Sequential)
Penyimpanan sequential adalah media penyimpanan untuk mengisikan catatan yang diatur dalam susunan tertentu. Catatan pertama harus diproses pertama kali, catatan kedua diproses pada urutan yang kedua, dan seterusnya sampai file tersebut penuh. Mekanisme yang digunakan untuk membaca dan menulis hanya dapat mengakses catatan berikutnya. Ia tidak dapat melangkahi ataupun kembali lagi secara tidak urut untuk mengakses record lain.Tape magnetis menjadi satu-satunya media penyimpanan yang banyak digunakan sekarang ini, dan harus digunakan untuk penyimpanan sequential.
  • Record Tape Magnetis
Semua elemen data yang merupakan record direkam atau dicatat  secara bergantian sepanjang luas tape. Field digunakan untuk menerangkan ruang dalam record tempat elemen data disimpan. Baris kosong memisahkan antara record tersebut.
  • Memperbaharui File Tape Magnetis
File yang memberikan gambaran konseptual dari perusahaan disebut file master. Terdapat file invetory master, file customer master, file employee master, dan sebagainya. Setiap file master berisi data mengenai subyeknya sendiri. File master diperbaharui dengan data dari file transaksi. File transaksi berisi data yang menjelaskan aktivitas perusahaan, seperti penjualan, pembelian, dan jam kerja karyawan.
Proses pembaharuan file disebut pemeliharaan file (file maintenance). proses tersebut mencakup penambahan record baru, penghapusan record, dan pembuatan perubahan pada record. Ketika file master tape magnetis dipelihara, tidak dimungkinkan menulis kembali record yang diperbaharui ke dalam area yang sama pada tape dari tempat terbacanya record. Record yang diperbaharui harus ditulis ke dalam tape yang lain. Oleh karena itu, pemeliharaan file tape magnetis akan menghasilkan tape yang diperbaharui kedua.
  • Penggunaan Tape Magnetis
Tape magnetis lebih tepat digunakan sebagai media penyimpanan historis. Perusahaan dapat menyimpan data accountingnya pada tape dan menyimpan tape pada kotak penyimpanan sebagai audit trail, atau catatan aktivitas bisnis. Penggunaan yang sama dari tape magnetis ini adalah sebagai file backup untuk file master pada peralatan penyimpanan akses langsung.
Tape magnetis dapat juga berfungsi sebagai media input. Unit key-to-tape offline dapat digunakan untuk merekam data transaksi ke dalam kumparan tape magnetis atau kaset, yang kemudian dapat diproses oleh komputer. Yang terakhir, tape magnetis dapat digunakan sebagai media komunikasi yang dapat dikirimkan.
     b). Penyimpanan Akses Langsung
Jenis utama lain dari penyimpanan sekunder adalah akses langsung. Peralatan penyimpanan akses langsung, yang disebut DASD, memungkinkan mekanisme baca/tulis dapat diarahkan ke record tertentu tanpa pencarian secara urut. Teknologi DASD yang paling terkenal adalah disk magnetis. Disk ini terbuat dari metal atau logam yang dilapisi dengan bahan perekaman yang digunakan pada tape magnetis.
  • Disk Magnetis
DADS dari mikrokomputer sering kali terdiri atas satu atau dua disket drive yang memproses data yang terekam pada disket atau floopy plastik kecil. Disket 5 1/4 inci dari PC IBM dan dari PC kompatibel mempunyai kapasitas 360.000 byte. Disket 3 1/2 inci dari IBM Personal System/2 yang baru, mempunyai kapasitas 720.000 byte. Hard Disk terbuat dari logam dan dapat menyimpan 20 megabyte atau lebih.
  • Memperbaharui File DASD
Pada penyimpanan akses langsung, mekanisme akses dapat diarahkan ke sembarang record untuk proses baca dan tulis pada lokasi tersebut, maka tidak perlu untuk menciptakan file kedua seperti yang dilakukan tape magnetis. Record yang diperbaharui ditulis kembali dalam lokasi aslinya. Data transaksi dapat [ula dalam bentuk disk magnetis atau file tape. Lebih dari itu, data transaksi tidak perlu berada dalam urutan tertentu pula.
DASD dapat digunakan sebagai penyimpanan sequential (berurutan). Dalam hal ini, record DASD dibaca dan ditulis dengan cara yang sama seperti pada tape magnetis, yaitu record harus dibaca atau ditulis secara urut.
  • Penggunaan DASD
DASD dapat digunakan sebagai media file master secara sempurna. File tersebut dapat diperbaharui selagi transkasi terjadi, dengan memberikan record ativitas perusahaan pada saat itu. pemakai dapat memperoleh akses yang cepat terhadap data ini dari terminal.
Kekurangan trail audit otomatis yang dilakukan oleh file master lama akan menyebabkan pemakai DASD untuk secara berkala mengkopi file DASD ke dalam tape magnetis.Hal ini disebut dumping the file. Tape berfungsi sebagai file backup.
Penggunaan DASD lain yang terkenal adalah sebagai media penyimpanan intermediate untuk mengisi data yang semi terproses. DASD dapat juga digunakan sebagai media input dengan cara yang sama seperti pada tape magnetis.
  • Teknologi DASD yang Lain
Teknologi baru yang muncul besar kemungkinannya akan mengganti disk magnetis dengan disk optis. Disk optis, yang juga disebut laser disk dan CD-ROM (singkatan dari Compact Disk - Read Only Memory), adalah disk yang menampilkan data dengan kombinasi pit tipis yang diciptakan pada permukaan sinar laser.
4. Pengaruh Peyimpanan Sekunder Pada Pemrosesan
Ada dua cara untuk memproses data, menjalankan transaksi secara terpisah, atau menggabungkan beberapa transaksi dan memprosesnya secara bersama-sama sebagai batch. Bila tiap transaksi diproses secara terpisah, proses ini dikenal sebagai online processing (pemrosesan online). Aplikasi perusahaan terutama dipengaruhi oleh jenis pemrosesan yang dilakukan. Aplikasi menentukan jenis penyimpanan sekunder yang dikehendaki. Kemudian, bila penyimpanan dihubungkan ke CPU, pemrosesan yang diawali penyimpanan akan terjadi.
  • Pemrosesan Batch
Pemrosesan batch telah digunakan lebih lama dari pemrosesan online, namun masih digunakan terutama untuk sistem pemrosesan data. Kelemahan pemrosesan batch file adalah adanya kenyataan bahwa file hanya akan berlaku segera setelah pembaharuan cycle. Hal tersebut berarti manajemen tidak mempunyai sumber data yang akurat.
  • Pemrosesan Online
pemrosesan online dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jaman. Terobosan teknologi yang menyebabkan munculnya pemrosesan online adalah penyimpanan disk (disk storage).
  • Sistem Real-Time
Sistem Real-Time merupakan sistem komputer yang mengontrol sistem fisik yang mamp merespon secara cepat terhadap status dari sistem fisik tersebut. Artinya transaksi dilakukan dalam real time (waktu sebenarnya) selagi transkaksi terjadi. Sistem real-time adalah jenis khusus dari sistem online.

Sumber referensi :
McLeod, Raymond, Jr., 2008. Sistem Informasi Manajemen Edisi Kedelapan. Jakarta: Salemba Empat.
Margianti, E. S., dan Suryadi, H. S. 1994. Seri Diktat Kuliah : Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Penerbit Gunadarma.

Rabu, 18 November 2015

BNI SMS BANKING

Nama-Nama Anggota :
Abiyu Hadi Amin (40213065)
Berna Tergusin S. (41213709)
Bagas Setiawan (41213599)
Dwinanda Agung Laksono (42213725)
Ogi Saputra (46213757)
Kelas 3DA02

Kemajuan dalam bidang Teknologi Informasi merupakan sesuatu yang patut disyukuri karena dengan kemajuan tersebut manusia akan dipermudah dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya maupun kemudahan dalam mengakses informasi. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktivitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Teknologi informasi dan komunikasi yang perkembangannya sangat cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segaa aktivitas. Beberapa penerapan dari teknologi informasi dan komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, dan lain-lain,
Salah satu contoh pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di sektor perbankan yaitu BNI SMS Banking. BNI SMS Banking merupakan fasilitas layanan perbankan yang memudahkan nasabah untuk melakukan isi ulang pulsa, transfer sampai bayar tagihan kartu kredit BNI semudah mengirim SMS. BNI SMS Banking dapat diakses dengan menggunakan perintah SMS biasa, atau dengan cara download BNI SMS Banking Menu.


BNI SMS banking merupakan aplikasi berbasis Android, Blackberry, iOS, dan lain-lain yang dapat di download dari masing-masing platform tersebut secara gratis. kriteria ponsel yang dapat menggunakan aplikasi BNI SMS Banking Menu yaitu:
Support Java MIDP 2.0
Sistem operasi berbasis Android, Blackberry, iOS, Windows Mobile dan Symbian
Memiliki tombol navigasi (Untuk layar sentuh menggunakan virtual keyboard
Memiliki kemampuan untuk koneksi internet.
Untuk menggunakan aplikasi ini, nasabah harus menjadi pengguna terdaftar. Nasabah dapat melakukan proses registrasi melalui Cabang BNI atau ATM BNI.
Sebagai pengguna terdaftar non-keuangan, nasabah hanya dapat melakukan transaksi non-keuangan seperti:
Informasi saldo
Permintaan transaksi historis terakhir
Inquiry tagihan, seperti: Kartu kredit, telepon dan penagihan listrik, dll
Mengubah PIN.
Untuk menjadi pengguna terdaftar keuangan, nasabah harus melakukan proses aktivasi melalui cabang BNI, sebagai pengguna terdaftar keuangan, nasabah dapat melakukan transaksi non-keuangan maupun transaksi keungan seperti berikut:
Transfer dana ke rekening BNI lain dan transfer antar-Bank
Isi ulang produk prabayar
Pembayaran kartu kredit BNI dan non-BNI
Pembayaran tagihan Telkom dan PLN
Zaqat, Infaq, dan Qurban
Pembayaran tiket pesawat.
Fitur-Fitur BNI SMS Banking :
Enquiry

Pembayaran
Pembelian
e-Commerce
Administrasi
Free Syntax

Sumber referensi:

PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI PENDEKATAN SISTEM

Dalam cakupan pengertian sistem termuat adanya berbagai komponen (unsur), berbagai kegiatan (menunjuk fungsi dari setiap komponen), adanya saling hubungan serta ketergantungan antar komponen, adanya keterpaduan (kesatuan organis = integrasi) antar komponen, adanya keluasan sistem (ada kawasan di dalam sistem dan di luar sistem), dan gerak dinamis semua fungsi dari semua kompo­nen tersebut mengarah (berorientasi = berkiblat) ke pencapaian tuju­an sistem yang telah ditetapkan lebih dahulu. Bertolak dari identifiÂkasi sistem tersebut, akan disajikan beberapa batasan sistem untuk diarifi seperlunya, batasan sistem tersebut, adalah:
Sistem adalah komposisi (susunan yang serasi) dari fungsi komponennya.Sistem adalah rangkaian komponen yang saling berkaitan dan berfungsi ke arah tercapainya tujuan sistem yang telah ditetap­kan lebih dahulu. (Warijan, dkk., 1984: 1)
Sistem adalah pengkoordinasian (pengorganisasian) seluruh komponen serta kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan lebih dulu.
Pengertian dan ciri-ciri sistem atau pendekatan sistem dapat dihubungkan dengan analisis kondisi fisis (misalnya: sistem tata surya, rakitan mesin), dapat dihubungkan dengan analisis biotis (misalnya: jaring-jaring ekologis, koordinasi tubuh manusia), dan dapat dihubungkan dengan analisis gejala sosial (misalnya: kehidupan ekonomis, gejala pendidikan, pola nilai hidup). Analisis sistem sosial relatif lebih rumit dibanding analisis sistem fisis dan sistem biotis; sistem sosial pada umumnya dan khususnya sistem pendidikan bersifat terbuka, yaitu suatu sistem yang mudah dipengaruhi oleh kejadian-kejadian di luar sistemnya (rentan terhadap pengaruh luar), misalnya: sistem sekolah mudah dipengaruhi oleh situasi masya­rakatnya (supra sistemnya). Karakter sistem pendidikan yang bersifat terbuka ini menuntut konsekuensi penyelenggaraan pendidikan sekolah yang kritis (dalam mawas diri) dan kreatif (dalam mencari alternatif pengembangan yang positif) secara berkesinambungan.
Secara lebih rinci, ciri-ciri yang terkandung dalam sistem atau pendekatan sistem, adalah:
1. Adanya tujuan:
Setiap rakitan sistem pasti bertujuan, tujuan sistem telah ditentu­kan lebih dahulu, dan itu menjadi tolok ukur pemilihan kompo­nen serta kegiatan dalam proses kerja sistem. Komponen, fungsi komponen, dan tahap kerja yang ada dalam suatu sistem meng­arah ke pencapaian tujuan sistem. Tujuan sistem adalah pusat orientasi dalam suatu sistem.
2. Adanya komponen sistem (selain tujuan):
Jika suatu sistem itu adalah sebuah mesin, maka setiap bagian (onderdil) adalah komponen dari mesin (sistemnya); demikian pula halnya dengan pengajaran di sekolah sebagai sistem, maka semua unsur yang tercakup di dalamnya (baik manusia maupun non manusia) dan kegiatan-kegiatan lain yang terj adi di dalamnya adalah merupakan komponen sistem. Jadi setiap sistem pasti memiliki komponen-komponen sistem.
3. Adanya fungsi yang menjamin dinamika (gerak) dan kesatuan kerja sistem:
Tubuh kita merupakan suatu sistem, setiap organ (bagian) dalam tubuh tersebut mengemban fungsi tertentu, yang keseluruhan­nya (semua fungsi komponen sistem) dikoordinasikan secara kompak, agar diri kita dan kehidupan kita sebagai manusia ber­jalan secara sehat dan semestinya.
Penyelenggaraan pengajaran di sekolah merupakan suatu sis­tem, maka setiap komponen yang mempunyai fungsi tertentu itu mesti menyumbang secara sepantasnya dalam rangka mencapai tujuan dan semua fungsi tersebut perlu dikoordinasikan secara terpadu agar proses pengajaran berlangsung secara efektif dan cfisien.
Misalnya: fungsi komponen yang berstatus guru adalah pem­bimbing belajar siswa (pendorong motivasi belajar siswa, peng­arah, pengatur (organisator) situasi belajar siswa, sebagai nara sumber (fasilitator), bertindak sebagai penyebar kebijakan, penilai hasil belajar siswa, dsb.); jika guru cakap menjalankan fungsinya maka akan sangat membantu kelancaran serta keberhasilan belajar siswa, dan sebaliknya.
4. Adanya interaksi antar komponen:
Antar komponen dalam suatu sistem terdapat saling hubungan, saling mempengaruhi, dan saling ketergantungan.
Misalnya: keguruan seseorang barulah menjadi nyata jika ada siswa yang bersedia untuk dididiknya; siswa yang responsif, kri­tis, dan koordinatif banyak membantu guru dalam mengem­bangkan kariernya.
Adanya transformasi dan sekaligus umpan balik:
Fungsi dari setiap komponen merupakan bagian terpisahkan dari keseluruhan fungsi sistem. Dalam sistem pengajaran yang berinti pada interaksi personal, peran dari komponen-komponen (selain guru dan siswa) adalah untuk meningkatkan nilai inter­aksi personal tersebut demi keberhasilan belajar siswa. Transfor­masi yang terjadi dalam interaksi guru-siswa secara lebih teknis merupakan transaksi pesan-pesan (pemahaman -> penginte­grasian -> pengembangan diri)



Kamis, 15 Oktober 2015

Pengertian Informasi Menurut Para Ahli

Raymond Mc.leod Informasi iyalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima serta bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini ataupun mendatang .

Tata Sutabri, S.Kom., MM iyalah  data yang telah diklasifikasikan ataupun diolah serta diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan sebuah keputusan.

Jogiyanto HM., (1999: 692), “ Informasi didefinisikan iyalah  sebagai hasil dari suatu pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna serta lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian  yang nyata  yang digunakan untuk pengambilan sebuah keputusan”

Abdul Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi iyalah sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.

Lani Sidharta (1995: 28), “Informasi iyalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat suatu keputusan”

Anton M. Meliono (1990: 331), “Informasi iyalah data yang telah diproses untuk suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut iyalah untuk menghasilkan sebuah keputusan”

Gordon B. Davis (1991: 28), “Informasi iyalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya serta bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”

(Wikipedia – Indonesia)  Informasi iyalah hasil dari pemrosesan, manipulasi serta pengorganisasian atau penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya .

Siklus Informasi
Secara umum informasi dapat didefinisikan iyalah  sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna serta lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan suatu keputusan.
Sumber dari informasi iyalah data. Data iyalah kenyataan(fakta) yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian serta kesatuan nyata. Kejadian-kejadian iyalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu.
Data berupa bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data yang mentah ini diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi.


http://www.gurupendidikan.com/pengertian-informasi-menurut-para-ahli-lengkap/

Jumat, 09 Oktober 2015

SUMBER DAYA INFORMASI


PENGERTIAN SUMBER DAYA INFORMASI
Informasi merupakan salah satu sumber utama dari perusahaan & ia dapat dikelola seperti halnya sumber lain. IRM (Information Resources Management) merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan system yang menghasilkan informasi yang berkualitas.
IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.
Agar perusahaan sepenuhnya dapat mencapai IRM, perlu adanya serangkaian kondisi tertentu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi elemen-elemen IRM yang diperlukan adalah :
·         Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumberdaya informasi yang unggul
·         Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama.
·         Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak.
·         Perhatian pada sumberdaya informasi perusahaan saat membuat perencanaan strategis dan rencana strategis formal untuk sumberdaya informasi.
·         Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing
·         Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi.
        Adapun jenis-jenis sumber daya informasi, yaitu :
  1. Perangkat keras komputer (Hardware)
  2. Perangkat lunak komputer (Software)
  3. Spesialis informasi
  4. Pemakai
  5. Fasilitas
  6. Database, dan
  7. Informasi

Kondisi-kondisi IRM yang diperlukan tersebut tidak terpisah, tetapi bekerja sama secara terkoordinasi. Adapun komponen dasar dalam penerapan IRM, yakni :

a.           Lingkungan perusahaan;
Delapan elemen lingkungan memberikan latar belakang atau pengaruh untuk mencapai keunggulan kompetitif. Para eksekutif menuadari perlunya mengelola arus sumberdaya sebagai cara untuk memenuhi sejumlah kebutuhan elemen-elemen lingkungan dalam pasar yang kompetitif.
b.            Eksekutif perusahaan;
CIO disertakan dalam kelompok eksekutif yang mengarahkan perusahaan mencapai tujuannya dalam bentuk perencaan strategis.
c.             Bidang/area fungsional;
Jasa informasi disertakan sebagai suatu bidang fungsional utama, dan setiap bidang bersama-sama mengembangkan rencana-rencana strategis yang mendukung rencana strategis perusahaan. Salah satunya adalah rencana strategis sumberdaya informasi, yang dipersiapkan oleh jasa informasi bekerja sama dengan bidang fungsional lainnya.
d.            Sumberdaya informasi;
Rencana strategis sumberdaya informasi menggambarkan bagaimana semua sumberdaya informasi diperoleh dan dikelola. Sebagian dipusatkan dalam jasa informasi, dan sebagian didistribusikan diseluruh perusahaan dalam area pemakai.
e.             Pemakai;
Data dan informasi mengalir antara sumberdaya informasi dan para pemakai. Sebagian pemakai ikut serta dalam End-User-Computing.